OLAHRAGA

Siapkan Pemain Liga Jepang, Thailand Siap Lawan Timnas Indonesia

Akira Nishino, pelatih timnas Thailand mengatakan bahwa dirinya akan mengandalkan 3 orang pemain yang berlaga di Liga Jepang dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022, termasuk saat Thailand melawan Timnas Indonesia.

Thailand Andalkan 3 Pemain Liga Jepang

Timnas Thailand pasalnya telah menjalani pemusatan latihan sebelum berlaga pada kualifikasi Piala Dunia 2022. Akan tetapi sampai dengan saat ini 4 pemain yang berlaga di luar Thailand belum juga bergabung untuk memperkua timnasnya.

Sebut saja Kawin Thamsatchanan yang tengah memperkuat tim asal Belgia, OH Leuven bakal bergabung untuk menjalani pelatnas pada tanggal 2 September mendatang bersama dengan 3 pemain lainnya yang dikontrak klub Liga Jepang yaitu Thitiphan Puangchan (Oita Trinita), Chanathip Songkrasin (Hokkaido Consodale Sapporo) dan juga Theeraton Bunmathan (Yokohama F Marinos).

“Tentu saja tiga pemain yang bermain di Jepang adalah kekuatan utama dan sangat penting bagi kami. Tapi karena mereka tak bisa bergabung dengan cepat, kiita akan lihat ke depannya, tiga orang itu adalah bagian dari tim inti namun kami akan melihat kondisi fisik mereka saat bergabung,” ungkap Nishino dikutip dari CNN Indonesia.

Dikabarkan Nishino telah memanggil 33 pemain menjelang pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022. Nishino yang juga pernah menjadi pelatih Jepang di Piala Dunia 2018 itu kelak bakal memangkas skuat Gajah Putih menjadi hanya 23 pemain saja sebelum mereka menjamu Vietnam dan bertandang ke Indonesia.

“Para pemain ini akan dipilih berdasarkan pada hasil di lapangan. Saya percaya semua yang datang mengikuti pemusatan latihan akan berjuang dengan sangat keras dan maksimal demi negara,”  imbuhnya.

Dalam rangkaian persiapannya nanti, pelatih timnas Thailand ini juga akan menguji Tanaboon Kesarat dan juga kawan-kawannya dalam laga uji tanding menghadapi salah satu kesebelasan lokal yang mana berlaga pada level kedua kompetisi sepak bola Thailand.

Jika dilihat, pada Grup G, Thailand berada di pot unggulan ketiga di bawah Uni Emirat Arab dan Vietnam. Sedangkan Indonesia berada di pot kelima atau yang paling rendah jika dibandingkan dengan 4 negara lainnya.

Hanya Akan Bawa 2 Striker

Timnas Thailand juga mengatakan bahwa mereka hanya akan membawa 2 orang striker saja ketika melawan Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia yang akan berlangsung tanggal 10 September 2019 mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Thailand ini akan jadi lawan Timnas Garuda di Grup B. Lima hari sebelum melawan Thailand, tim Garuda bakal bertemu dengan Malaysia di SUGBK juga.

Dilansir dari CNN Indonesia, Nishino Cuma akan membawa 2 orang striker saja untuk menghadapi Vietnam tanggal 5 September 2019 dan Indonesia tanggal 10 September 2019 di 2 laga awal Grup B. Dua orang striker yang dimaksud Nishino adalah penyerang Buriram United, Supachai Chaided dan juga pemain Bangkok United, Chananan Pombupha.

Sedangkan dua striker lainnya biasanya jadi langganan timnas Thailand yaitu Adisak Kraisorn dan Teerasil Dangda dikabarkan tak bisa ikut membela negaranya karena tengah mengalami cedera. Adisak dan Teerasil yang mana sama-sama memperkuat SCG Muang Thong United ini sudah absen selama kurang lebih 1 bulan lamanya karena cedera. Selain Cuma membawa 2 orang striker saja, Nishino juga memanggil 8 wajah baru yang akan memperkuat Timnas Thailand di ajang bergengsi kualifikasi Piala Dunia 2022 nanti.

Read More
OLAHRAGA

MU dan Inter Sepakati untuk Transfer Sanchez

Kabar datang dari Alexis Sanchez yang kabarnya tinggal selangkah lagi untuk bergabung dengan Manchester United (MU) lewat skema pinjaman. Apa artinya ini bagi Sanchez?

Sanchez Akan Jadi Pinjaman dari MU

Pihak Inter dan MU, dilansir dari CNN Indonesia, telah menggelar pembicaraan tentang Sanchez selama beberapa pekan terakhir ini. kesepakatan yang tercipta antara kedua belah pihak ini pun akhirnya tercapai pada hari Selasa (27/8) waktu setempat.

Masa pinjaman Sanchez di klub Inter disepakati akan berlangsung selama 10 bulan. La Beneamata tak mendapatkan opsi mempermanenkan kontak penyerang sayap yang berasal dari Chile itu. inter juga tak akan membayar penuh gaji Sanchez yang berjumlah 12 juta Euro selama ia menjalani masa pinjamannya ke MU. Tim kota mode Cuma bakal membaar 5 juta Euro saja, sedangkan sisanya bakal ditanggung oleh pihak MU.

Sanchez juga akan melakukan tes medis sebagai salah satu syarat untuk bergabung dengan Inter. Tes medis yang disyaratkan itu berlangsung pada hari Rabu (28/8) waktu setempat.

Di Inter sendiri, Sanchez bakal bereuni dengan mantan rekan satu timnya dulu di MU yaitu Romelu Lukaku. Penyerang yang berasal dari Belgia tersebut telah menjalani laga resmi dengan Inter ketika mengalahkan Lecce dengan skor telak 4-0 dan ia berhasil mencetak 1 buah gol.

Sanchez pasalnya dipinjamkan MU ke Inter dikarenakan tak masuk ke dalam rencana manajer Ole Gunner Solksjaer di musim ini. ia juga kehilangan tempat pada skuat The Red Devils setelah dirinya tampil mengecewakan di sepanjang musim lalu.

Semenjak ia didatangkan MU dari Arsenal di bursa transfer Januari tahun 2018 lalu, Sanchez pasalnya tidak bisa memperlihatkan performa apiknya. Mantan pemain Udinese, Arsenal dan Barcelona ini Cuma mampu mencetak 5 gol saha dari 45 laga yang ada di semua ajang.

Performa Sanchez ini berbeda dengan apa yang diperlihatkannya ketika ia masih di Arsenal. Sanchez bisa bermain dengan sangat apik dalam 166 laga dan berhasil mencetak 80 buah gol. Sanchez pasalnya masih memiliki kontrak dengan MU 3 tahun lagi atau sampai dengan tanggal 30 Juni 2022.

Mahalnya Satu Gol Sanchez

Bisa dikatakan isu akan dipinjamkannya Sanchez ke Inter ini juga karena mahalnya gol yang dicetaknya. Pemain itu benar-benar bisa menghabiskan uang MU dalam 1,5 musim terakhir. Bayangkan saya, satu gol yang berhasil dicetaknya dengan seragam MU dihargai 8,2 juta Poundsterling, atau setara dengan Rp. 141 Miliar.

Dan karena itu lah sempat bersiar kabar bahwa ia siap ke Inter untuk dipinjamkan selama 1 musim. Media-media Inggris langsung mengabarkan kemungkinan-kemungkinan dan juga gaji yang akan diterima olehnya.

Namun gaji yang diberikan MU dan juga harga gol yang harus dibayarkan pada Sanchez itu, dilansir dari CNN Indonesia, menghabiskan uang MU tanpa bisa menunjukkan hasil yang signifikan. MU pasalnya menjadikan Sanchez pemain dengan gaji yang paling tinggi pada Premier League saat dibeli dari klub Arsenal di bulan Januari 2018 lalu.

Mantan pemain Barcelona dan Udinese ini mendapatkan gaji 505 ribu Poundsterling atau setara dengan Rp. 8.7 miliar  per minggunya di MU. Total MU harus mengeluarkan gaji untuknya adala 41 juta Poundstreling atau setara dnegan Rp. 708 miliar dalam 1 musim. Dengan Cuma bisa mencetak 5 gol saja dari 45 pertandingan, nampaknya keputusan MU untuk meminjamkannya terlihat bijak.

Read More
OLAHRAGA

Nasib Griezmann Kalau Neymar Masuk Barcelona

Penyerang baru milik Barcelona, Antoine Griezmann, dikabarkan bakal makin sulit untuk masuk skuat inti Barcelona apabila nantinya Neymar berhasil didatangkan lagi ke Stadion Camp Nou. Hal tersebut pasalnya mengacu formasi 4-3-3 yang mana diterapkan oleh pelatih Ernesto Valverde yang ada di Barcelona.

Griezmann Akan Makin Sulit Masuk Tim Inti dengan Hadirnya Neymar Lagi

Dengan slot yang tersedia Cuma 3 penyerang saja, nampaknya Griezmann memiliki potensi akan lebih sering duduk manis dikarenakan ia kalah bersaing dengan Neymar. Jika dilihat dari komposisi lini depan Barcelona, mka Griezmann masuk ke dalam pilihan utama Valverde. Peran pemain yang mana didatangkan dari Atletico Madrid tersebut amat sangat krusial pada lini depan seiring dengan masih belum kembalinya Lionel Messi dan juga Luis Suarez.

Dari dua laga awal ajang Liga Spanyol, Griezmann selalu saja menjadi pilihan utama pada lini depan tim Catalonia ini. penyerang yang berasal dari Perancis ini bahkan dengan sukses mencetak 2 buah gol ketika Barcelona mengalahkan Real Betis dengan skor telak 5-2 pada hari Minggu (25/8) kemarin.

Pada laga itu, Griezmann berperan sebagai pemain nomor 9 dalam formasi yang dibangun Barcelona yaitu 4-3-3. Dirinya diapit oleh Carlez Peres, pemain muda milik Barcelona, dan juga Rafinha.

Jika ditelisik, memang peran itu berhasil dijalankan oleh Griezmann dengan sangat amat baik. Semua penggemar Barcelona bahkan sempat terkejut dan menjulukinya man of the match pada hari itu. pemain berumur 28 tahun tersebut menyumbangkan 2 buah gol serta memberikan 1 assist.

Salah satu gol Griezzmann yang bersarang ke gawang Betis pun dicetak melalui tendangan melengkung yang mengarah ke pojok gawang. Ya, gol ini mengingatkan kita pada gol yang menjadi ciri khas Lionel Messi. Dan Griezmann membuat terkejut penonton karena berhasil melakukannya.

Tapi, masal bulan madu bagi Griezmann di klub asal Catalonia ini nampaknya bisa jadi berakhir lebih cepat. Bisa berakhir lebih cepat jika Neymar kembali lagi didatangkan ke klub. selain dikarenakan persaingan yang amat sangat ketat, juga karena nama besar dari pemain Paris Saint-Germain tersebut lah yang bisa saja menggeser posisi Griezmann.

Materi pemain depan Barcelona memang pasalnya hampir komplit. Valverde sebetulnya Cuma membutuhkan penyerang sayap kiri yang memiliki kualitas lebih dari Ousmane Dembele. Dan celakanya bagi Griezmann, Neymar memiliki kualitas tersebut. kedatangannya bahkan bisa menyempurnakan lini depan tim Catalonia yang mana masih dihuni oleh Suarez dan juga Messi sekaligus mengenang lagi trio MSN yang pada masanya pernah ditakuti tim mana pun dalam berbagai laga.

Dengan adanya Neymar, Suarez dan Messi yang dipasang di lini depan, maka sulit nampaknya bagi Griezmann untuk bisa tetap menghuni tim utama. Sebenarnya Valverde bisa saja memainkan 4 orang pemain penyerang sekaligus, tapi opsi ini pasalnya terlalu riskan jika Barcelona bermain melawan tim besa atau pun tampil di Liga Champions.

Kemungkinan yang paling mungkin serta rasional sekarang ini adalah Griezmann sesekali menggantikan tempat Suarez pada posisi target man. Penyerang yang asalnya dari Uruguay ini sepertinya akan lebih sering dirotasikan di musim ini  karena faktor usianya yang telah menginjak 32 tahun.

Messi pun memiliki usia yang sama dengan Suarez, tapi sulit nampaknya bagi Velverde untuk tak memainkan La Pulga apabila ia sedang dalam keadaan fit.

Read More
OLAHRAGA

Kevin/Marcus Akan dievaluasi Pasca Gagal Juara Dunia

Beberapa hari lalu Indonesia memang sedang berbahagia karena kemenangan dari ganda putra Ahsan/Hendra di ajang Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019. Namun di balik itu, ada satu kekecewaan dan pertanyaan-pertanyaan mengapa Kevin/Marcus gagal mendapatkan gelar dunia tersebut. padahal dari segi kualitas, mereka memiliki kualitas bermain yang tak kalah dari Ahsan/Hendra.

Herry Iman Pierngandi selaku pelatih ganda putra Indonesia mengatakan bahwa ia akan mengevaluasi penampilan Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon setelah mereka gagal mendapatkan gelar juara dalam ajang Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 yang dihelat di Basel, Swiss.

Pelatih akan Lakukan Evaluasi pada Kevin/Marcus

Indonesia pasalnya tampil denga 3 ganda putra terbaiknya yaitu Kevin/Marcus, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Dari ketiga pasangan yang dikirimkan Indonesia tersebut, pasangan Kevin/Marcus berhasil membuat ‘kejutan’ karena tersingkir di babak penyisihan. Mereka takluk di tangan pasangan ganda putra dari Korea, Choi Sol-Gyu/Seo Seung-jae dengan angka 21-16, 14-21, dan 21-23 pada babak 32 besar.

Kejutan juga datang dari ganda putra senior Ahsan/Hendra yang keluar sebagai juara, untuk ketiga kalinya sebagai pasangan. Diketahui keduanya sempat menjadi juara di tahun 2013 dan 2015.

“Yang perlu dievaluasi ya Minions, ya, mereka kalah. Tapi memang di gim pertama agak kurang fokus. Ternyata Korea itu punya senjata di servis yang lama dan mencuri poin dari situ,” ungkap Herry IP dikutip dari CNN Indonesia.

Herry IP juga memastikan bahwa kekalahan yang diderita Kevin/Marcus pada babak pertama Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 ini bukan lah karena masalah mental. Dalam pengamatannya , kekalahan ganda putra nomor 1 dunia tersebut lebih dikarenakan ingin segera menyelesaikan pertandingan. ia juga menyebutkan bahwa keduanya sedang tak bersama dengan keberuntungan.

“Menurut saya tiap pemain ada tekanan,apalagi mereka (Minions) unggulan pertama, selalu ada tekanan. Tapi bagaimana pun pemain harus menghadapi itu, bagaimana mengatasinya, bagaimana lepas dari tekanan itu. saya rasa Kevin/Marcu bisa mengatasinya,”  imbuhnya lagi.

Walau demikian, Herry pasalnya akan tetap mengambil sisi positif dari kekalahan yang dialami Minions itu, khususnya supaya nanti lebih waspada saat menghadapi lawan lainnya. lebih detail dan juga lebih teliti dalam menganalisis kelebihan atau pun kekurangan lawan di lapangan lewat rekaman video.

Fajar/Rian misalnya, mereka bisa membalas kekalahan Kevin/Marcus dengan membabat ganda Korea tersebut di perempat final. Mereka bisa menang atas ganda Korea tersebut dengan angka meyakinkan dengan 2 gim langsung yaitu 21-13, 21-17.

Akan tetapi langkah Fajar/Rian ini terhentikan di semifinal karena kalah dari Ahsan/Hendra. Di mata sang pelatih, medali perunggu yang berhasil direbut oleh Fajar/Rian ini telah sesuai dengan target yang dipasang sebelumnya. Beban yang diberikan oleh sang pelatih akhirnya bisa diemban dan diselesaikan dengan baik oleh Fajar/Rian.

“Saya selalu waspada karena untuk menjaga regenerasi pemain muda. Ada Fajar/Rian, saya rasa grafiknya memang belum bisa dibilang stabil tapi untuk Kejuaraan Dunia 2020 ini mereka memenuhi target,” pungkasnya.

Kita tahu bahwa Ahsan/Hendra memang sudah tergolong senior. Oleh sebab itu nampaknya keputusan Herry IP untuk menjaga regenerasi pemain bulutangkis muda Indonesia sudah tepat. Ahsan/Hendra bahkan bisa melampaui target yang diberikan namun permainan mereka kemungkinan akan terhenti karena faktor usia. Dengan mengimbangi adanya pemain-pemain muda, maka dari itu Herry harus sering melakukan evaluasi, tak terkecuali pada Kevin/Marcus.

Read More